Apa yang Membuat Hidup Menjadi Bahagia? Pelajaran dari Penelitian Terpanjang tentang Kebahagiaan
Admin Raksabumi, 26 September 2023
Apakah Anda pernah bertanya apa yang membuat kita tetap sehat dan bahagia dalam menjalani hidup? Survei terbaru menunjukkan bahwa banyak anak muda yang menganggap bahwa tujuan utama dalam hidup adalah menjadi kaya. Sebagian lain, menginginkan ketenaran. Namun, apakah semua itu benar-benar yang paling penting guna mencapai kebahagiaan yang sejati?
Dalam sebuah ceramah yang disampaikan oleh Robert Waldinger melalui Ted Talk, kita dapat memperoleh wawasan berharga dari penelitian terpanjang tentang kebahagiaan yang pernah dilakukan oleh Harvard tentang Perkembangan Orang Dewasa. Penelitian ini telah berlangsung selama 75 tahun dan telah memantau kehidupan 724 orang dari berbagai latar belakang. Apa yang mereka temukan selama penelitian ini mungkin akan mengubah cara kita memandang kebahagiaan dan kesehatan.
Penelitian semacam ini sangat langka karena sebagian besar dari proyek yang serupa gagal dalam 10 tahun pertama mereka. Namun, berkat kesungguhan dan keberuntungan beberapa generasi peneliti, studi ini bertahan hingga saat ini. Sekitar 60 orang dari kelompok awal yang masih hidup, sebagian besar dari mereka sudah berusia 90-an tahun. Bahkan sekarang, studi ini terus memantau lebih dari 2.000 anak dari orang-orang ini, selaku generasi berikutnya yang akan menjadi subjek penelitian.
Ada dua kelompok utama dalam studi ini. Pertama adalah kelompok mahasiswa Harvard yang memulai studi ini sebagai mahasiswa baru dan kemudian banyak dari mereka yang pergi berperang selama Perang Dunia II. Kelompok kedua adalah sekelompok orang dari lingkungan paling miskin di Boston pada tahun 1930-an. Mereka dipilih karena berasal dari keluarga yang penuh masalah dan miskin.
Ketika mereka masih remaja, semua peserta dalam studi ini diwawancarai dan diberikan tes kesehatan. Peneliti pergi ke rumah mereka dan berbicara dengan orang tua mereka. Seiring berjalannya waktu, para remaja ini tumbuh dewasa dan mengejar berbagai profesi, dari buruh hingga dokter, bahkan ada yang menjadi Presiden Amerika Serikat. Beberapa mengalami kemunduran dalam kehidupan mereka, seperti menjadi pecandu alkohol atau menderita penyakit mental seperti skizofrenia.
Para peneliti tidak pernah dapat membayangkan bahwa studi ini akan berlangsung selama 75 tahun, dan Robert Waldinger, sang penceramah tadi, menjadi direktur keempat dari studi ini. Selama periode ini, setiap dua tahun, staf penelitian terus menghubungi para peserta, mengirimkan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan mereka. Sebagian dari peserta yang berasal dari Boston bahkan bertanya, "Kenapa kalian masih mau mempelajari kami? Hidup kami tidak semenyenangkan itu." Berbeda dengan peserta dari Harvard yang tidak pernah menyampaikan pertanyaan semacam demikian.
Apa yang telah dipelajari selama 75 tahun ini mengubah cara kita memahami kebahagiaan dan kesehatan. Salah satu pesan terkuat yang muncul dari studi ini adalah bahwa hubungan yang baik membuat kita bahagia dan sehat. Tidak ada yang lebih penting dari itu.
Penelitian ini mengungkap tiga pelajaran penting tentang hubungan.
Pertama, hubungan sosial yang kuat sangat baik untuk kita, sementara kesepian dapat membahayakan kesejahteraan kita. Orang yang merasa terhubung dengan keluarga, teman, dan komunitasnya jauh lebih bahagia, lebih sehat secara fisik, dan hidup lebih lama dibanding mereka yang merasa kesepian. Kesepian bisa sangat berbahaya, dan setiap saat, satu dari lima orang Amerika merasa kesepian.
Kualitas hubungan kita, bukan jumlah teman atau apakah kita ada dalam hubungan yang terikat atau tidak terikat oleh komitmen, adalah yang paling penting. Hidup dalam konflik atau pernikahan yang penuh dengan konflik tanpa kasih sayang ternyata lebih merugikan bagi kesehatan daripada perceraian. Kualitas hubungan yang hangat dan mendukung melindungi kita dari dampak negatif stres dan tekanan dalam hidup.
Ketiga, hubungan yang baik melindungi tidak hanya tubuh kita tetapi juga otak kita. Orang yang merasa memiliki dukungan sosial saat mereka mencapai usia lanjut memiliki ingatan yang lebih tajam. Sebaliknya, mereka yang merasa tidak dapat mengandalkan pasangan mereka mengalami penurunan ingatan secara lebih cepat.
Dalam penelitian ini, bukan tingkat kolesterol atau faktor-faktor fisik lainnya yang memprediksi masa tua yang bahagia dan sehat, melainkan seberapa bahagia mereka dalam hubungan mereka. Orang yang memiliki hubungan yang memuaskan di usia 50-an cenderung menjadi yang paling sehat di usia 80-an.
Jadi, pelajaran yang paling penting dari studi ini adalah bahwa hubungan yang baik dengan keluarga, teman, dan komunitas kita adalah kunci utama menuju kebahagiaan dan kesehatan yang berkelanjutan. Terlepas dari berbagai keinginan yang mungkin kita miliki, seperti kekayaan atau ketenaran, hubungan tetap menjadi fondasi penting dalam hidup.
Terkadang, kita terlalu fokus pada hal-hal instan dan bersifat materil yang dapat membuat hidup kita lebih baik. Namun, hubungan sosial sering kali rumit dan memerlukan kerja keras untuk dijaga. Hubungan ini juga memerlukan komitmen seumur hidup, dan tidak pernah berakhir. Studi ini menunjukkan bahwa peserta yang paling bahagia adalah yang mampu menjadikan rekan kerja mereka sebagai teman.
Seiring berjalannya waktu, banyak orang muda saat ini mungkin menganggap bahwa kekayaan, ketenaran, dan pencapaian diri adalah kunci utama menuju kebahagiaan. Namun, penelitian selama 75 tahun ini mengungkapkan bahwa mereka yang bahagia adalah mereka yang memiliki hubungan yang kuat dengan keluarga, teman, dan komunitas.
Jadi, bagaimana dengan Anda? Terlepas dari usia Anda, arti sejati dari hidup mungkin terletak dalam hubungan yang Anda bangun. Mungkin Anda bisa mencoba menggantikan waktu menonton TV dengan berkumpul dengan orang-orang terkasih, menghidupkan kembali hubungan yang terputus, atau bahkan menghubungi anggota keluarga yang sudah lama tidak Anda sapa.
Karena, seperti yang dikatakan oleh Mark Twain lebih dari satu abad yang lalu, "Tak cukup waktu, hidup ini terlalu singkat, untuk pertengkaran, kata maaf, dendam, perhitungan. Hanya ada waktu untuk mencintai, namun itu pun sangat singkat." Hidup yang baik dibangun dengan hubungan yang baik.