Indeks Pembangunan Manusia dan Perjalanan Kemajuan Dunia

Admin Raksabumi, 23 September 2023 Indeks Pembangunan Manusia dan Perjalanan Kemajuan Dunia

Dalam perjalanan panjang evolusi manusia, terdapat suatu alat atau metode yang telah membantu kita mengukur kemajuan kualitas hidup di berbagai belahan dunia. Alat ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebuah konsep yang mencerminkan perjalanan kita menuju kehidupan yang lebih baik. Di sini, mari kita merenung sejenak, menelisik sejarah tentang bagaimana IPM tumbuh dan berkembang seiring waktu, membentuk pandangan kita tentang kemajuan umat manusia.

Asal Mula IPM

Cerita dimulai di akhir tahun 1980-an, dengan seorang ekonom Pakistan bernama Mahbub ul Haq. Ia memiliki visi besar untuk mengukur kemajuan suatu negara, melebihi batasan indikator ekonomi konvensional seperti Produk Domestik Bruto (PDB), yang di waktu itu, dianggap melulu fokus pada soal-soal material semata. Melalui metodenya, Mahbub ul Haq, yang kemudian ditemani ekonom India bernama Amartya Sen, ingin mengejar dimensi-dimensi lain dari kehidupan manusia yang tak ternilai, seperti harapan hidup, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi.

Laporan IPM Pertama

Pada tahun 1990, kelahiran resmi IPM terjadi melalui publikasi Laporan Pembangunan Manusia pertama. Laporan ini mencakup lebih dari 100 negara dan menggabungkan indikator penting seperti harapan hidup, tingkat melek huruf, dan pendapatan per kapita. Dalam pandangan dunia yang terus berubah, IPM memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi sosial dan ekonomi suatu negara.

Bagaimana IPM Dihitung?

Di masa awal, IPM dihitung dengan menggunakan empat indikator: harapan hidup, rata-rata tahun sekolah, tahun sekolah yang diharapkan, dan pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita. Dengan suatu rumus, keempat indikator tersebut kemudian digabungkan hingga membentuk indeks.

Harapan hidup  adalah ukuran rata-rata jumlah tahun hidup. Rata-rata tahun sekolah adalah ukuran rata-rata tahun sekolah yang diselesaikan oleh orang yang berusia 25 tahun ke atas. Tahun sekolah yang diharapkan adalah ukuran rata-rata tahun sekolah yang dapat diharapkan oleh seorang anak pada usia sekolah. Dan PNB per kapita adalah ukuran pendapatan rata-rata seseorang di suatu negara.

IPM dan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Seiring waktu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan bijaksana kemudian mengadopsi IPM dalam Laporan Pembangunan Manusia tahunan. Hal ini menjadikan IPM sebagai metode/alat ukur yang kuat guna mengukur kemajuan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustaianble Development Goals (SDGs) 2015-2030 (sebelumnya Tujuan pembangunan Milenium/Millenium Development Goals 200-2015). Secara tahunan, IPM terus merekam komitmen global untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi semua orang di planet ini.

Evolusi IPM

Dari waktu ke waktu, IPM terus berkembang. Pembaruan terbaru dilakukan dari masa ke masa. Pada 2010, United Nations Development Programme (UNDP) / Program Pembangunan Antar Bangsa selaku badan yang ditugaskan PBB guna meninjau raihan IPM berbagai negara menambahkan beberapa indikator penting lain seperti seperti Indeks Kemiskinan Multidimensi (IKM), yang mengukur kemiskinan dalam hal kekurangan beberapa kebutuhan dasar manusia. Pada tahun 2015, UNDP memperkenalkan Indeks Ketidaksetaraan Gender (IKG), yang mengukur ketidaksetaraan gender dalam hal kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi pasar tenaga kerja. IPM terus beradaptasi dengan tantangan zaman, menjadi cermin yang lebih tajam untuk menggambarkan kemajuan umat manusia.

Dampak IPM

IPM bukan sekadar angka. Ia adalah metode/alat ukur yang digunakan oleh pemerintah, organisasi sipil, dan peneliti di seluruh dunia untuk mengukur kemajuan dalam pembangunan manusia. Dalam perjalanan mencapai SDGs, IPM menjadi pemandu yang kuat, membantu kita memahami di mana kita berada dan ke mana kita akan pergi.

Ambil Tindakan Hari Ini

Saat kita merenungkan sejarah IPM, kita juga merenungkan perjalanan manusia yang tak ada habisnya menuju kemajuan. Semoga cerita ini menginspirasi kita untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. Mari kita bersama-sama mencapai tujuan mulia tersebut.

Seperti yang diungkap Michael Jackson dalam salah satu lagunya : Obati dunia. Untukmu, untukku, dan seluruh umat manusia.