Memburu Kesejahteraan: Perjalanan SDGs Menuju Masa Depan
Admin Raksabumi, 23 September 2023
Saat menulis ini, saya membayangkan bahwa kita sedang duduk bersama. Menikmati kopi di senja hari. Memandang dunia dari puncak nan tinggi. Berbincang tentang diri kita sendiri, selaku manusia, yang telah menghuni planet ini selama berabad-abad lamanya. Manusia, yang mulanya menyambung nyawa dari berburu dan meramu, merangkai bahasa, mencipta lagu dan tarian dalam remang nyala api, berkelompok dalam suku, bangsa hingga menjadi warga dunia, yang selain bisa bercakap-cakap dari kejauhan, kini juga berbagi keresahan yang sama sebagai satu keluarga.
Dalam perenungan ini, ketahuilah bahwa di hadapan kita, tergeletak suatu dokumen kesepakatan bersama. Berisi impian yang memikat tentang dunia yang bebas dari belenggu kemiskinan, alam yang lestari, dan kebahagiaan yang dirasakan oleh seluruh ciptaan Tuhan di planet ini. Itulah citra yang dipersembahkan oleh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, atau SDGs. Namun, dari manakah embusan mimpi ini bertiup? Untuk mengetahuinya, mari kita menyusuri perjalanan SDGs, yang mula-mula berawal sebagai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), hingga menjadi panduan yang lebih menyeluruh dalam menjadikan dunia ini sebagai tempat yang lebih baik.
MDGs: Permulaan yang Memikat
Kisah ini dimulai pada tahun 2000, ketika pemimpin dunia, seperti halnya kita saat ini, duduk bersama dan bersatu dalam komitmen besar untuk menghadapi tantangan-tantangan global. Mereka merumuskan sebuah dokumen yang dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs).
MDGs terdiri dari delapan tujuan yang menunjukkan jalan untuk mengakhiri kemiskinan yang ekstrem, meningkatkan pendidikan, mencapai kesetaraan gender, mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyakit mematikan seperti HIV/AIDS dan malaria, menjaga planet ini agar tetap lestari, serta mengembangkan kerjasama global untuk pembangunan.
MDGs memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan dalam upaya mengubah dunia ini. Mereka membantu mengurangi angka kemiskinan yang ekstrem dan meningkatkan akses pendidikan di banyak negara. Namun, seperti semua mimpi yang besar, MDGs memiliki keterbatasan. Mereka cenderung terlalu fokus pada aspek-aspek tertentu dari pembangunan, sementara tidak sepenuhnya mengatasi isu-isu seperti perubahan iklim dan ketimpangan yang mendalam.
Rencana Aksi Sementara: Saatnya Berubah
Pada tahun 2008, dunia mulai menyadari bahwa banyak hal telah berubah sejak MDGs pertama kali diperkenalkan. Isu-isu baru muncul, perubahan iklim menjadi semakin mendesak, ketimpangan di berbagai bidang semakin jelas, dan goncangan ekonomi global meruncing. Sebagai respons terhadap perubahan ini, lahirlah Rencana Aksi Sementara.
Rencana tindakan sementara ini mengidentifikasi isu-isu kunci yang harus dihadapi, seperti ancaman perubahan iklim, ketimpangan pendapatan, kerawanan pangan, dan gejolak ekonomi. Inilah tonggak penting dalam evolusi SDGs, ketika dunia mulai menyadari perlunya tujuan-tujuan baru yang lebih inklusif dan komprehensif dalam menghadapi tantangan-tantangan yang semakin mendesak.
Agenda Pembangunan Pasca-2015: Fondasi SDGs
Kemudian, pada tahun 2015, tonggak bersejarah dalam perjalanan SDGs tercapai. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi Agenda Pembangunan Pasca-2015, yang menjadi fondasi kuat bagi SDGs. Agenda ini menggantikan MDGs dan menekankan pada 17 tujuan dan 169 target yang lebih komprehensif. Tujuan-tujuan ini mencakup segala aspek kehidupan manusia dan planet ini.
17 tujuan utama dari SGDs 2015-2030 tersebut adalah :
-
Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di semua tempat
-
Mengakhiri kelaparan, meraih ketahanan pangan dan meningkatkan gizi, serta mendorong pertanian berkelanjutan
-
Memastikan hidup sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua
-
Memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang
-
Meraih kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak-anak perempuan
-
Memastikan akses pada air bersih dan sanitasi untuk semua
-
Memastikan akses pada energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan modern
-
Mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, lapangan pekerjaan dan pekerjaan yang layak untuk semua
-
Membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan dan mendorong inovasi
-
Mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara
-
Membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan
-
Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
-
Mengambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya
-
Pelindungan dan penggunaan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan
-
Mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati
-
Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif. Perdamaian, stabilitas, hak-hak asasi manusia dan pemerintahan efektif berdasarkan aturan hukum adalah jalur pentimg menuju pembangunan berkelanjutan
-
Menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan
Sejak diadopsi, SDGs telah menjadi panduan bagi dunia dalam upaya mengakhiri kemiskinan yang ekstrem, melindungi planet ini, dan mewujudkan kemakmuran bagi semua makhluk. Pemerintah, bisnis, dan organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia telah bersatu untuk mewujudkan tujuan-tujuan ini. Mereka telah berinvestasi dalam berbagai program, mulai dari memberikan akses pendidikan yang berkualitas hingga mendukung sumber energi terbarukan.
Implementasi SDGs di berbagai negara adalah contoh nyata keberhasilan. Mereka telah berhasil mengurangi kemiskinan ekstrem melalui program-program inklusi sosial yang kuat. Negara-negara lain telah menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan sumber energi terbarukan untuk mengurangi dampak krisis iklim. Tindakan-tindakan ini membuktikan bahwa SDGs bukan sekadar wacana kosong, melainkan visi yang dapat diwujudkan jika kita semua berkomitmen untuk bertindak bersama.
Masa Depan SDGs: Tantangan dan Harapan
Tentu saja, perjalanan ini tidak berjalan mulus. Tantangan-tantangan besar masih menanti. Perubahan iklim yang semakin merusak planet ini, ketimpangan yang terus meluas, dan ketidakpastian ekonomi yang selalu mengintai adalah masalah-masalah global yang memerlukan perhatian serius.
Namun, SDGs juga membawa peluang besar. Ia adalah panggilan untuk bekerja bersama sebagai satu keluarga global. Dengan kemitraan yang kuat, inovasi, dan komitmen berkelanjutan, kita dapat mencapai tujuan-tujuan ini. Teknologi yang ramah lingkungan, pendidikan yang berkualitas, dan akses yang merata ke layanan kesehatan adalah sebagian dari solusi yang dapat membawa kita menuju masa depan yang lebih cerah.
Jadi mari, kita bangkit dari duduk, dan apalagi tergeletak santai ini. Dunia kita, tempat sejarah agung berlangsung selama ribuan tahun lamanya, menanti kita untuk berbuat sesuatu.